Indonesia Darurat Kanker Serviks

0
134
views
darurat kanker serviks

Jika sebelumnya saya telah membahas tentang cegah kanker serviks dengan 7 cara ini , kali ini saya akan membahas tentang Indonesia darurat kanker serviks.

Definisi Kanker Serviks

Hampir semua masyarakat di Indonesia sudah tidak asing mendengar penyakit mematikan yang satu ini. Kanker serviks merupakan suatu jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita yg berfungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim.

Semua wanita sebenarnya berisiko menderita kanker serviks. Tetapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau biasa disebt HPV.

HPV merupakan kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18

HPV 16 dan HPV 18 berisiko tinggi mengandung materi genetik….

Jenis HPV ini berisiko tinggi mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim dan menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita. HPV sendiri dapat menular melalui hubungan seksual, anal, maupun oral.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia di mana Indonesia menempati urutan teratas.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof.DR.dr. Aru Wicaksono menyatakan bahwa penyakit kanker serviks telah ditetapkan sebagai pembunuh wanita nomor 1 di negara Indonesia.

Indonesia Darurat Kanker Serviks

Label itu tidak berlebihan karena setiap hari di Indonesia dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 diantaranya meninggal.

Menurut Aru, jumlah data pengidap kanker tahun 2016 ada 17,8 juta jiwa dan tahun 2017 meningkat menjadi 21,7 juta jiwa. Hal ini berarti hanya dalam satu tahun, telah terjadi peningkatan 3,9 persen jumlah pengidap kanker.

Penyebab tingginya penderita Kanker Serviks

Penelitian WHO menyingkapkan peningkatan jumlah penderita kanker disebabkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi.

Tingginya jumlah ini karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya.

Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit. Seperti jenis kanker pada umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala yang berarti pada awal perkembangannya.

Kanker serviks tidak menunjukkan gejala awal..

Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim. Tetapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Hal ini menyebabkan sel pada permukaan leher rahim mengalami banyak perubahan. Sel ini perlahan-lahan berubah menjadi kanker. Sebenarnya perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini.

Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang. Pengujian untuk mencari lesi prakanker dilakukan dengan Screening (Pap smear) dan tes HPV.

Jika prakanker ditemukan, akan bisa segera diobati untuk menghentikan perkembangannya. Sebagian besar kanker serviks invasif ditemukan pada wanita yang belum melakukan Pap smear secara teratur.

Pap smear adalah prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan sel dari leher rahim sehingga dapat dilihat di bawah mikroskop. Pap smear dilakukan untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker.

Tips Mengurangi Resiko Kanker Serviks

Mengingat, Indonesia yang darurat kanker serviks, selain melakukan pap smear secara berkala, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks, antara lain :

• Tidak bergonta ganti pasangan

• Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual

• Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok

• Rajin vaksinasi HPV

• Dan menjalani pola hidup yang sehat.

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY