Overdosis Berolahraga Memicu Kemandulan, Mitos Atau Fakta?

0
54
views
overdosis berolahraga

Beberapa orang mengatakan bahwa overdosis berolahraga memicu kemandulan. Benarkah hal tersebut? Simak ulasanya disini.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, para pakar kesehatan menganjurkan untuk melakukan olahraga secara rutin. Tak hanya membuat tubuh terasa lebih bugar dan segar, olahraga secara rutin juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.

Sayangnya, ada banyak orang justru overdosis berolahraga. Pakar kesehatan menyebutkan terlalu overdosis dalam berolahraga bisa memicu tingkat kesuburan semakin rendah. Bahkan ada yang menyebutkan berdampak pada kemandulan.

Kapan Orang Dikatakan Overdosis Berolahraga?

Olahraga dapat dikatakan berlebihan apabila dilakukan terlalu sering, dengan berkali-kali dilakukan dalam sehari, yang sebenarnya satu kali sesi atau dua kali sesi sudah mencukupi. Demikian juga olahraga yang dilakukan terlalu lama bahkan berjam-jam pun tidak baik.

Olahraga setiap hari diperbolehkan dengan waktu yang tidak berlebihan. Sebagai tolok ukur seseorang dikatakan overdosis berolahraga yaitu melakukan olahraga melebihi batas kemampuan tubuhnya.

Mencuatnya mitos overdosis olahraga memicu kemandulan dikarenakan seseorang yang padat dengan rutinitas olahraga membuatnya terisolasi dari lingkungan keluarga. Bahkan karena faktor kelelahan membuat seseorang mengacuhkan pasanganya. Tidak mengeherankan lagi, terlalu sering olahraga menyebabkan gairah bercinta semakin berkurang.

Realitanya mitos ini benar adanya. Sebuah studi yang dilakukan pihak Norwegian University of Science and Technology, mengungkapkan bahwa olahraga berlebihan dapat merusak kesuburan wanita. Gangguan kesuburan terjadi setelah wanita melakukan olahraga tiga kali lipat dibanding orang yang melakukan olahraga normal.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang dilakukan pihak University Harvard, menyatakan bahwa atlet yang aktif beresiko tinggi terkena gangguan siklus menstruasi. Hasil lainya bahwa wanita yang sering melakukan aerobic beresiko mengalami penurunan kelahiran hidup sekitar 30 persen.

Alasan Overdosis Berolahraga Memicu Kemandulan

Pakar kesehatan menyebutkan jika seorang wanita overdosis dengan olehraga maka akan memicu produksi hormon kortisol dan hormon stress yang tinggi. Sebaliknya, hormon tiroid dalam tubuh justru akan menurun. Karena ketidakseimbangan hormon pada tubuh, maka tubuh tidak mampu lagi mengatasi stress berlebihan.

Pada akhirnya hal ini berdampak buruk pada kesuburan seseorang. Seorang wanita bisa tidak subur jika hormonya tidak seimbang dalam waktu lama.Pun olahraga yang dilakukan terlalu keras, bisa beresiko menurunkan kadar lemak dalam tubuh.

Padahal, lemak ini seharusnya sangat di butuhkan untuk menjaga kesuburan. Apabila lemak menyusut karena olahraga yang terlalu intens, di khawatirkan menimbulkan kemandulan. Lemak diketahui cukup penting peranya dalam memproduksi sel telur. Apabila banyak lemak yang hilang, bisa menyebabkan gangguan menstruasi.

Efek yang sama juga berlaku pada kaum adam. Dokter spesialis andrologi Johanes Soedjono mengatakan olahraga berlebihan bisa menyebabkan tiga masalah yakni meningkatkan kortisol (hormon stress), menurunya produksi hormon pria yang seringkali dikenal testosteron, dan terbentuknya radikal bebas.

Terbentuknya radikal bebas diyakini bisa menyebabkan rusaknya sperma sehingga bentuknya tak normal. Kualitas sperma yang dihasilkan buruk. Akibatnya, gerakan sperma tak gesit. Wajarnya, sperma harus bergerak lincah untuk menuju sel telur sehingga bisa terjadi proses pembuahan.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Haruskah menghentikan kebiasaan berolahraga? Kunci dari menjaga kesehatan sekaligus kebugaran memang berolahraga. Namun, lakukanlah sewajarnya dan teratur. Lebih baik berolahraga dalam waktu singkat setiap hari daripada langsung beraktivitas fisik sepanjang hari.

Tak perlu berlebihan dalam berolahraga. Meskipun itu hal yang baik, namun nyatanya apabila dilakukan berlebihan akan berimbas buruk bagi tubuh. Tubuh yang sehat tak hanya tergantung pada olahraga, pola makan yang baik dan asupan gizi yang seimbang pun membuat tubuh sehat.

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY